AlHabib Al-Qutub Abubakar bin Muhammad Assegaf lahir di kota Besuki, Jawa Timur, pada tahun 1285 H. Semenjak kecil beliau sudah ditinggal oleh ayahnya yang wafat di kota Kabupaten Gresik. Pada tahun 1293 H, Habib Abubakar kemudian berangkat ke Hadramaut karena memenuhi permintaan nenek beliau, Syaikhah Fatimah binti Abdullah 'Allan. Berikutadalah sekelumit catatan ringkas dari manaqib seorang pemimpin yang luhur, teguh dan kokoh bagai gunung dalam kebenaran, seorang imam TausiahAlhabib Idrus bin Muhammad Alaydrus #tausiah #islam #ngajiyuk #anakanak #islam #ceramahagama #ceramahsingkat Wefocus on unsurpassed customer satisfaction. Habib Mohebian (Persian: حبیب محبیان; 27 September 1947 - 10 June 2016), commonly known as Habib , was an Iranian singer Later he moved to the United States but returned home to Iran in 2009. Habib died on 10 June 2016 in. Roughly one year from the date of possesion, a Habib Homes Semogaallah swt selalu menjaga para habib dan kita semuanya dan smoga video ini tersimpan dg baik untuk keperluan yg positif jika ada yg memerlukan dimasa y NamanyaHabib Abu Bakar Assegaf Gresik, biasa disapa sapa Habib Bakar. Beliau adalah cucu Wali Qutub Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf Gresik. Habib Bakar ini dikenal wali jadzab. Dalam kesehariannya, Habib Bakar tidak sebagaimana seorang ulama', bahkan tidak sedikit yang melihatnya orang biasa-biasa saja. . Ilustrasi Habib Abu Bakar Gresik Unsplash.Habib Abu Bakar Gresik adalah salah satu habaib yang tersohor di Indonesia. Pemilik nama Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf itu lahir di Besuki, Situbondo, Jawa Timur pada 1285 H atau tahun 1869 Sidogiri Majalah Aktual Salaf yang diterbitkan Pondok Pesantren Sidogiri, putra dari Habib Muhammad bin Umar Assegaf ini tumbuh besar sebagai seorang yatim sejak usia delapan tahun. Ia pernah menimba ilmu di Seiwun, Hadramaut pada 1923 H serta mempelajari ilmu fiqih dan di sana, ia belajar dari para ulama terkemuka seperti Habib al-Qutub Ali bin Muhammad al-Habsyi, Habib Muhammad bin Ali Assegaf, hingga Habib Syeikh bin Idrus Alaydrus. Ia kemudian pulang ke Besuki pada 1302 H dan menetap di Gresik pada 1305 H saat usianya 20 apa sosok Habib Abu Bakar Gresik? Simak ulasan lengkapnya berikut Para Auliya pada MasanyaIluustrasi Habib Abu Bakar Gresik Unsplash.Sejak kecil, Habib Abu Bakar Gresik dikenal sebagai sosok yang rajin belajar. Bahkan setelah kembali dari Hadramaut, ia tak selalu menggunakan waktunya untuk belajar dan meminta ijazah atau berkah dari para ulama salaf saat suatu waktu, ia dikisahkan mendapat ilham rabbaniyyah untuk beruzlah. Dalam skripsi berjudul Pengaruh Habaib Abu Bakar bin Muhammad dalam Mengembangkan Majelis Rouhah di Kota Gresik yang ditulis Syafro’atul Fajriyah, setelah 15 tahun berkhalwat, ia keluar setelah mendapat izin dari Allah SWT melalui gurunya, Habib Muhammad bin Idrus pun mulai perjalanan dakwahnya dengan membuka majelis taklim. Sejak saat itu banyak orang dari berbagai daerah hingga luar negeri datang untuk sekadar berkunjung, bahkan sampai ada juga yang minta dari keluar khalwatnya, ada banyak hal tak terduga yang terjadi terhadap beliau. Salah satunya, suatu hari ia tiba-tiba mengatakan telah bertemu dan dipeluk Rasulullah dalam keadaan hal itu, para ulama dan auliya sepakat bahwa kedudukan orang yang telah bertemu Rasulullah dalam keadaan terjaga adalah kedudukan tertinggi. Mereka telah mencapai ittiba' peneladanan yang sempurna atas Rasulullah itu, ada banyak cerita tentang keistimewaan beliau. Salah satu yang paling populer adalah menjadi penyelamat kapal haji yang tengah diterjang badai dan ombak kisah yang diceritakan oleh Habib Muhammad al-Hamid, salah satu karomah Habib Abu Bakar Gresik ini terjadi saat tetangganya berangkat haji menggunakan kapal milik orang Belanda. Tetangga itu kemudian meminta doa agar perjalanan hajinya berjalan dalam perjalanan, badai dan ombak besar datang. Kemudian ia pun berdoa dan bertawassul pada Habib Abu Bakar lama, tiba-tiba Habib Abu Bakar Gresik muncul dari dalam laut menggunakan pakaian lengkap seperti sedang berada di majelis. Sosok itu kemudian mengusap kapal tersebut dan seketika ombak langsung ini menjawab pernyataan beliau yang pernah mengaku sebagai seorang ahluddardak. Beliau berkata, barang siapa yang berada dalam kesulitan dan ia memanggil namanya, maka dengan izin Allah SWT dan segala kebesaran-Nya, beliau akan hadir di sisi orang dan kealiman beliau pun diakui oleh para ulama dan auliyâ' pada masanya. Bahkan, Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi Kwitang Jakarta bahkan pernah berkata,"Habib Abu Bakar adalah raja dari para auliya, barang siapa yang memandang Habib Abu Bakar terhitung ibadah.”Sosok yang Rajin Belajar dan Tekun BeribadahIluustrasi Habib Abu Bakar Gresik Unsplash.Tidak hanya menjadi ulama yang disegani masyarakat, Habib Abu Bakar Gresik adalah sosok yang rajin belajar dan tekun beribadah. Sejak kecil, ia telah dididik menjalankan sunnah-sunnah Rasulullah satu amalan yang selalu dijaga beliau adalah shalat tahajud. Beliau juga dikenal memiliki semangat beribadah yang tak pernah suatu kesempatan, beliau pernah mengungkap alasan di balik semangatnya yang membara dalam beribadah. Sebagaimana dikutip dari Majalah Sidogiri, beliau pernah berkata"Aku berbahagia berjumpa dengan Allah.”Bahkan sebelum meninggal dunia, beliau sempat berpuasa selama lima belas hari. Hingga akhirnya, ia mengembuskan napas terakhir di usia 91 tahun pada Ahad malam Senin, 17 Dzul Hijah 1376 H dan kini dimakamkan di komplek Masjid Jami ayah dari Habib Abu Bakar Gresik?Kapan Habib Abu Bakar Gresik meninggal dunia?Di mana Habib Abu Bakar Gresik dilahirkan? Gresik - Peringatan Haul Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf bakal digelar kembali di Gresik tahun ini. Haul untuk memperingati wafatnya ulama asal Gresik ini sempat tak digelar selama dua tahun akibat pandemi ini membuat warga di sekitar Jalan KH Zubair, Kecamatan Gresik, sangat antusias. Warga dengan semangat mempersiapkan haul yang akan digelar pada 15-16 Juli 2022."Untuk tahun ini antusias warga lebih besar dari sebelumnya. Karena dua tahun kemarin memang kita tidak menggelar haul, karena ada pandemi COVID-19. Acaranya besok Jumat dan Sabtu," kata Ketua Panitia Haul, Habib Ali Abu Bakar Assegaf, Kamis 14/7/2022. Habib Ali menjelaskan dalam mempersiapkan kegiatan haul itu, ia dibantu 400 warga sekitar yang tergabung dalam panitia haul. Selain itu sejumlah OPD Pemkab Gresik dan Polres Gresik juga turut serta membantu."Tak hanya warga Gresik ya, pemkab, dinas-dinas, polisi, dan TNI juga menghubungi kami untuk membantu kesuksesan acara ini. Mulai parkir, toilet umum, pengalihan jalan, dan banyak lagi, padahal kami tidak meminta bantuan atau mengirim proposal," tutur Habib Ali."Kami hanya meminta izin untuk menggelar Haul. Ini memang bukan acara keluarga Habib Abu Bakar saja, tapi memang ini acara Kabupaten Gresik, karena banyak tamu yang akan datang ke Gresik," kata pria yang juga cicit Habib Abu Bakar Assegaf Haul Ini, lanjut Ali, Kabupaten Gresik akan kedatangan puluhan ribu tamu dari seluruh Indonesia. Untuk itu, ia mengimbau agar para tamu dan warga Gresik tetap menjunjung tinggi akhlakul karimah."Yang pasti ini dari seluruh provinsi di Indonesia akan hadir disini. Ada beberapa yang sudah konfirmasi kedatangan kepada panitia dengan membawa rombongan," ujar Habib Ali."Untuk para tamu, kami himbau agar jangan berebut duduk di depan, karena meski di belakang pun tetap akan mendapat barokah dari haul ini. Bahkan tukang parkir dan petugas yang melakukan penertiban sekalipun. Untuk warga Gresik, muliakan tamu yang datang, kalau perlu ajak ke rumah, terutama mereka yang tak mendapatkan kamar penginapan," Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf ke-67 ini sendiri akan berlangsung mulai tanggal 15 Juli 2022 hingga 16 Juli 2022. Sejumlah spanduk pemberitahuan acara tampak sudah terpasang dan spanduk tertulis selain adanya kegiatan, juga permintaan maaf karena nantinya akan ada penutupan beberapa ruas jalan, baik di jalan Kompleks Arab maupun arah ke Alun-alun Gresik."Mohon maaf perjalanan anda tergangggu ruas jalan KH Zubair- Jalan Malik Ibrahim - Jalan KH Agus Salim - Keramat Langon ditutup pada tanggal 15-16 Juli 2022 mulai pukul sampai selesai. Peringatan Haul ke 67 Al Qutb Habib Abu Bakar Bin Muhammad bin Umar Assegaf. TTD Panitia," demikian isi spanduk Turjawali Ipda Bross Tito membenarkan terkait adanya penutupan jalan tersebut terkait kegiatan haul. Meski demikian, pihaknya akan melakukan rekayasa lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan."Untuk rekayasa lalu lintas kami masih rapatkan. Tapi besok akan kami lihat situasi banyaknya jamaah yang hadir di lapangan. Yang jelas kami akan koordinasi dengan Dishub dan pemuda karang taruna untuk lahan parkir yang akan digunakan," kata Tito. Simak Video "Aksi Brutal Massa Pesilat di Gresik saat Geruduk Polsek Balongpanggang" [GambasVideo 20detik] abq/iwd Terbit 5 March 2022 Oleh Kategori Biografi Ulama A. BIOGRAFI Kelahiran Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar bin Abu Bakar bin Al-Habib Umar bin Segaf as-Segaf terlahir di kampung Besuki salah satu wilayah di kawasan Jawa Timur tahun 1285 H. Beliau merupakan putra dari Habib Muhammad bin Umar. Tapi sayangnya, semenjak kecil beliau sudah ditinggal oleh ayahnya yang wafat di kota Kabupaten Gresik pada tahun 1293 H. Adapun silsilah nasab Habib Abu Bakar adalah sebagai berikut Nabi Muhammad SAW Ali bin Abi Thalib + Fatimah Az- Zahra Imam Husein Muhammad An- Naqib bin Ali-Uraidhi Ahmad Al- Muhajir bin Isa Alwi bin Ubaidillah Imam Muhammad Imam Alwi Ali Khala’ Qasam Muhammad Sahib Mirbath Imam Ali Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam Alwi Al-Ghuyyur Imam Ali Muhammad Mauladdawiliyah Abdurrahman Assegaf Imam Ali Muhammad Abdurrahman Umar Ash-Shofi Imam Toha Imam Umar Muhammad Segaf Imam Wadi Al-Ahqaf Umar Abubakar Umar Muhammad Habib Abu Bakar PENDIDIKAN Pada tahun 1293 H atas permintaan neneknya yang sholehah Fatimah binti Abdullah Ibunda ayahnya, ia merantau ditemani oleh al-Mukaram Muhammad Bazamul ke Hadramaut meninggalkan tanah kelahirannya, Jawa. Di kala Habib Abu Bakar bin Muhammad as-Segaf akan sampai di kota Sewun, ia di sambut di perbatasan kota oleh paman sekaligus gurunya yakni Habib Abdullah bin Umar berikut para kerabat. Di kota Sewun Habib Abu Bakar bin Muhammad as-Segaf belajar ilmu fiqih dan tasawuf di bawah bimbingan gurunya dan sekaligus pamannya Al-Habib Abdullah bin Umar Assegaf. Bahkan beliau dibiasakan oleh gurunya untuk bangun malam dan shalat tahajud meskipun usia beliau masih kecil. Selain berguru kepada pamannya, beliau juga belajar ilmu dari para ulama besar yang ada disana. Sisilah keilmuan beliau sewaktu belajar di Hadramaut adalah sebagai berikut Al-Habib Al-Qutub Ali bin Muhammad Alhabsyi Al-Habib Muhammad bin Ali Assegaf Al-Habib Idrus bin Umar Alhabsyi Al-Habib Ahmad bin Hasan Alatas Al-Habib Al-Imam Abdurrahman bin Muhammad Almasyhur Mufti Hadramaut saat itu. Al-Habib Syeikh bin Idrus Alaydrus Setelah menuntut ilmu di Hadramaut, pada tahun 1302 H beliau pun akhirnya kembali ke pulau Jawa bersama Habib Alwi bin Saggaf Assegaf, dan menuju ke kota kelahirannya yaitu di kota Besuki. Disinilah beliau mulai mensyiarkan dakwah Islamiyyah di kalangan masyarakat. Kemudian pada tahun 1305 H, disaat usia beliau masih 20 tahun, beliau pindah menuju kota Kabupaten Gresik. Di pulau Jawa, beliaupun masih aktif untuk belajar dari ulama-ulama, diantara guru-gurunya sebagai berikut Habib Abdullah Bin Mukhsin Al Athas Habib Empang Bogor Al-Habib Abdullah bin Ali Alhaddad wafat di Jombang Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib Alatas, Pekalongan Al-Habib Al-Qutub Abubakar bin Umar Bin Yahya Surabaya Habib Muhammad bin Idrus Al Habsyi, Surabaya Al-Habib Muhammad bin Ahmad Almuhdhor wafat di Surabaya Wafat Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf menghadap kepada Allah SWT pada tahun 1376 H atau lebih tepat pada usianya yang 91 tahun. Jasad beliau disemayamkan di sebelah masjid Jami, Kabupaten Gresik. Dan sampai saat ini para peziarah tidak pernah berhenti untuk mengunjungi makam beliau. “ORANG YANG DATANG KEPADAKU ADALAH ORANG YANG MEMANG AKU KEHENDAKI DATANG KEPADAKU” B. KETAULADANAN Al-Habib Al-Qutub Ali bin Muhamad Alhabsyi sungguh telah melihat tanda-tanda kebesaran dalam diri Habib Abubakar dan akan menjadi seorang yang mempunyai kedudukan yang tinggi. Al-Habib Ali Alhabsyi berkata kepada seorang muridnya, “Lihatlah mereka itu, 3 wali min auliyaillah, nama mereka sama, keadaan mereka sama, dan kedudukan mereka sama. Yang pertama, sudah berada di alam barzah, yaitu Al-Habib Al-Qutub Abu Bakar bin Abdullah Alaydrus. Yang kedua, engkau sudah pernah melihatnya pada saat engkau masih kecil, yaitu Al-Habib Al-Qutub Abu Bakar bin Abdullah Alatas. Dan yang ketiga, engkau akan melihatnya di akhir umurmu”. Ketika usia murid tersebut sudah menginjak usia senja, ia bermimpi melihat Nabi Muhammad SAW 5 kali dalam waktu 5 malam berturut-turut. Dalam mimpinya itu, Nabi SAW berkata kepadanya, “terdapat kebenaran bagi yang melihatku di setiap kali melihat. Kami telah hadapkan kepadamu cucu yang sholeh, yaitu Abu Bakar bin Muhammad Assegaf. Perhatikanlah ia”. Murid tersebut sebelumnya belum pernah melihat Habib Abu Bakar, kecuali di mimpinya itu. Setelah itu ingatlah ia dengan perkataan gurunya, Al-Habib Ali Alhabsyi, “Lihatlah mereka itu, 3 wali min auliyaillah…”. Tidak lama setelah kejadian mimpinya itu, ia pun meninggal dunia, persis sebagaimana yang diisyaratkan oleh Al-Habib Ali bahwa ia akan melihat Habib Abu Bakar di akhir umurnya. Uzlah Dan Membuka Majelis Di Gresik Pada suatu hari, disaat menunaikan salat Jum’at, datanglah ilhaamat rabbaniyyah kepada diri beliau untuk ber- uzlah dan mengasingkan diri dari keramaian duniawi dan godaannya, menghadap kebesaran Ilahiah, ber-tawajjuh kepada Sang Pencipta Alam, dan menyebut keagungan nama-Nya di dalam keheningan. Hal tersebut beliau lakukan dengan penuh kesabaran dan ketabahan. Waktu pun berjalan, sehingga tak terasa sudah sampai 15 tahun lamanya. Beliau pun akhirnya mendapatkan ijin untuk keluar dari uzlahnya, melalui isyarat dari guru beliau, yaitu Al-Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi. Al-Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi berkata, “Kami memohon dan ber-tawajjuh kepada Allah selama 3 malam berturut-turut untuk mengeluarkan Abu Bakar bin Muhammad Assegaf dari uzlahnya”. Setelah keluar dari uzlahnya, beliau ditemani dengan Al-Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi berziarah kepada Al-Imam Al-Habib Alwi bin Muhammad Hasyim Assegaf. Sehabis ziarah, beliau dengan gurunya langsung menuju ke kota Surabaya dan singgah di kediaman Al-Habib Abdullah bin Umar Assegaf. Masyarakat Surabaya pun berbondong-bondong menyambut kedatangan beliau di rumah tersebut. Tak lama kemudian, Al-Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi berkata kepada khalayak yang ada disana seraya menunjuk kepada Habib Abubakar, “Beliau adalah suatu khazanah daripada khazanah keluarga Ba’alawi. Kami membukakannya untuk kemanfaatan manusia, baik yang khusus maupun yang umum”. Semenjak itu Habib Abu Bakar mulai membuka majlis taklim dan dzikir di kediamannya di kota Kabupaten Gresik. Masyarakat pun menyambut dakwah beliau dengan begitu antusias. Dakwah beliau tersebar luas, dakwah yang penuh ilmu dan ikhlas, semata-mata mencari ridhallah. Dalam majlisnya, beliau setidaknya telah mengkhatamkan kitab Ihya Ulumiddin karya Imam Ghazali sebanyak 40 kali. Selain itu, kebiasaan beliau, setiap kali dikhatamkannya pembacaan kitab tersebut, beliau mengundang jamuan kepada masyarakat luas. Beliau adalah seorang yang ghirahnya begitu tinggi dalam mengikuti jalan, atribut dan akhlak keluarga dan Salafnya Saadah Bani Alawi. Majlis beliau senantiasa penuh dengan mudzakarah dan irsyad menuju jalan para pendahulunya. Majelis beliau tak pernah kosong dari pembacaan kitab-kitab mereka. Inilah perhatian beliau untuk tetap menjaga thoriqah salafnya dan berusaha berjalan di atas qadaman ala qadamin bi jiddin auza’i. Maqom Shiddiqiyah Kubro Adapun maqom kedudukan al Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf, beliau telah mencapai tingkat Shiddiqiyah Kubro. Hal itu telah diakui dan mendapat legitimasi dari mereka yang hidup sezaman dengan beliau. Berikut ini beberapa komentar dari mereka. al Imam al Habib Muhammad bin Ahmad al-Muhdhar berkata, “Demi fajar dan malam yang sepuluh dan yang genap dan yang ganjil. Sungguh al Akh Abu Bakar bin Muhammad Assegaf adalah mutiara keluarga Segaf yang terus menggelinding maqomnya bahkan membumbung tinggi menyusul maqom-maqom para aslafnya”. Al Habib Alwi bin Muhammad al-Haddad berkata, “Sesungguhnya al Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf adalah seorang Quthb al Ghaust juga sebagai tempat turunnya pandangan rahmat Allah SWT”. Al Arif billah al Habib Ali bin Abdurrahman al-Habsyi pernah berkata “di rumah al Habib Abu Bakar Assegaf dikala beliau membubuhkan tali ukhuwah antara beliau dengan al Habib Abu Bakar Assegaf, pertemuan yang diwarnai dengan derai air mata.” Habib Ali berkata kepada para hadirin ketika itu, “Lihatlah kepada saudaraku fillah Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf. Lihatlah ia..! Maka melihat kepadanya termasuk ibadah”. Al Habib Husein bin Muhammad al-Haddad berkata, “Sesungguhnya al Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf adalah seorang khalifah. Beliau adalah penguasa saat ini, beliau telah berada pada Maqom as Syuhud yang mampu menyaksikan mengetahui hakekat dari segala sesuatu. Beliau berhak untuk dikatakan Dia hanyalah seorang hamba yang kami berikan kepadanya sebagai nikmat”. C. KAROMAH KH Muhammad Zaini Abdul Ghani Guru Sekumpul pernah mengatakan bahwa ada tiga waliyullah yang memiliki nama dan maqom yang sama, yaitu Habib Abu Bakar bin Abdullah Alaydrus, Habib Abu Bakar bin Abdullah Al-Atthos, dan Habib Abu Bakar bin Muhammad Asseghaf Gresik. Nama terakhir merupakan seorang waliyullah yang berada pada tingkatan Qutub, Habib Abu Bakar bin Muhammad Asseghaf pernah berkhalwat selama 15 tahun. Haul beliau merupakan salah satu haul terbesar di Indonesia, dihadiri oleh habaib Nusantara dan dunia. Pada saat hari wafat beliau, ada satu cerita yang sangat luar biasa. Kala itu, saat semua penduduk Gresik sibuk menshalati jenazah Habib Abu Bakar bin Muhammad Asseghaf, ada seorang laki-laki pergi ke pasar Gresik untuk membeli daging kambing. Sesampainya di toko daging, laki-laki bingung melihat situasi pasar yang sepi, dan si penjual daging juga terlihat sedang tergesa-gesa. Kemudian laki-laki itu bertanya kepada si penjual daging, “Pak, mengapa pasar ini sepi? Dan engkau terlihat tergesa-gesa.” “Itu Pak, Habib Abu Bakar wafat, sekarang waktunya menshalati beliau, ayo ke sana,” jawab penjual daging itu. Akhirnya, laki-laki itu berangkat bersama penjual daging ke Masjid Jami’ untuk ikut serta menshalati Habib Abu Bakar. Sambil membawa bungkusan daging kambing yang ia beli tadi, laki-laki tersebut ikut mengangkat tandu jenazah Habib Abu Bakar. Namun anehnya tandu jenazah Habib Abu Bakar tak terangkat sedikitpun. Semua orang yang di situ merasa heran dan bingung. Salah satu putra Habib Abu Bakar lalu ingat bahwa Habib sangat senang dibacakan shalawat nabi, lalu seluruh jamaah secara serentak membaca shalawat nabi. Tak berselang lama tandu jenazah terangkat dan berjalan sendiri tanpa ada seorangpun yang memanggulnya. Hal yang paling menakjubkan adalah saat laki-laki pembeli daging tadi pulang ke rumah, saat hendak memasak daging tersebut, daging itu tak mau masak. Direbus tak bisa masak, digoreng tak bisa matang, dan dibakarpun tak bisa terpanggang. Laki-laki itu heran dengan daging yang dibelinya. Setelah itu laki-laki tersebut menceritakan perihal daging yang dibelinya, lalu ulama-ulama yang merupakan santri Habib Abu Bakar bercerita, bahwa Habib Abu Bakar pernah dawuh, “Barang siapa yang kelak ikut menyolati jenazahku, maka aku doakan dia tidak terkena panasnya api neraka dan api dunia.” Laki-Laki tersebut menangis, tak menyangka daging yang dibelinya menjadi saksi menshalati jenazah Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf dan tak bisa tersentuh oleh api dunia. Semoga kita semua mendapatkan berkah dari beliau dan para wali-wali Allah. Sumber Semoga bermanfaat اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ Nama lengkapnya Habib Abu Bakar bin Assegaf bin Abu Bakar Bin Muhammad bin Umar Assegaff. Beliau adalah masih keturunan Habib Abu Bakar Assegaf salah seorang waliyullah yang makamnya ada di masjid Jami’ Gresik. Namanya dikenal dengan sebutan Habib Bakar. Beliau merupakan cucu dari Habib Abu Bakar Assegaf dari Gresik. Orangnya sudah tua dan seringkali tidak memakai baju dan hanya memakai sarung saja. Orang kalau tidak mengenali beliau maka akan menganggap sebagai orang gelandangan. Namun bagi mereka yang tahu bahwa Habib Bakar merupakan salah seorang waliyullah Jaddab atau Majedub. Demikian orang-orang di Gresik menjuluki pria bertelanjang dada, berjenggot putih dan berkopyah ini. Dan orang-orang yang pernah bersentuhan dengan beliau mulai merindukan kehadiran dan berusaha mencarinya. Apa keistimewaannya? Berikut informasi sosok Habib Bakar yang dihimpun dari beberapa sumber ”Subhanallah..!! ini lah seorang Waliyullah Jaddab/Majedub yang sampai saat ini masih hidup di Jawa Timur dan namanya di masturkan tutup.. WAQILA Air kencingnya Berbau Wangi, masuk sumur langsung hilang tinggal sarungnya. Dan ketemu di makam kakeknya sedang memeluk Nisan… Dan puluhan keanehannya selalu membawa BERKAH…. Cucu Wali Quthub Habib Abu Bakar Assegaf Gresik ini, yang sudah 15 tahun di dalam kamar tanpa makan dan minum sedikitpun..” Ujar Efendi ketika membagikan gambar Habib Bakar diatas pada tanggal 29 Desember 2015. “Dulu aku sering ketemu di Kantor Maarif Cab. Gresik, beliau sering main layang-layang ke kantor. saat itu almarhum P Anwar Rimin seneng kalo malem ngrewangi melekan” ujar akun Mas Bro. “Alhamdulillah saya udah pernah ketemu beliau sama persis dengan foto tersebut acara di Polres Gresik” ujar Burhan Syarif Syarif. ”Ingat masa kecil ketika Habib Bakar masih sering mampir-mampir di warkop…” kata Didik Kuswantoro. “Nek mangan ngombe sih sik iyo, tapi mek sak cokotan titik. Sing dipangan sing gak bernyawa. Dulu suka tuker sarungku dan suka klambiku. Koyok ngono wis ket jaman SD kiro-kiro taon 1976, nek Jum’atan ndik masjid Jami’ muter njero masjid ” pengalaman dari Moh Hamzah. “Dulu sering mampir di terminal Gubernur Suryo & warkop malah suka kalo Habib mampir” terang Rhama. “Subhanallah ini fakta saya dulu sopir angkot waktu itu beliau pernah ikut naik angkot saya muter-muter kota Gresik dan duduk didepan cuman pakek sarung tanpa baju beliau saya kasih satu bungkus rokok tidak mau hanya di ambil 3 batang 2 di tarok telinga kanan kiri 1 di hisap beliau tidak mau apa-apa lagi Subhanallah tanpa aku sadari penumpang begitu banyak turun naik-turun naik padahal waktu itu mobil angkot lain sepi gak ada penumpang tapi saya tau beliau itu waliyullah yang selalu membawa berkah rezeki semoga beliau selalu di sayangi Allah….. aamiin3x” ujar Rohman informasi dari Bachtiar Ryawan saat ini posisi Habib Bakar tinggal di Nganjuk sebagaimana keinginan beliau sehingga mengapa beliau saat ini jarang sekali terlihat di Gresik kecuali ada haul kakeknya Haul Habib Abu Bakar Assegaf. “Habib Bakar tetap tinggal di Nganjuk….itu sudah tugas beliau menetap disana….kalau di Gresik tetap dipegang Habib Husein atau lebih dikenal dengan sebutan Habib Potlot…..” terang Bachtiar. Kumpulan Karomah Habib BakarBagi warga Gresik tentu tidak asing dengan nama Habib Bakar. Habib Abu Bakar bin Assegaf, Waliyullah asal Gresik yang sekarang tinggal PP Sabilul Muttaqin Baron Nganjuk ini meninggalkan banyak memori. Banyak kesaksian warga Gresik mengenai karomah beliau. Berikut kesaksian warga Gresik yang pernah mengetahui keseharian beliaunya"Beliau memang seorang yang majdub.. kebiasaannya yang sering di luar nalar manusia biasa menandakan saking cintanya beliau kepada Allah hingga sampai melupakan dunia yang tiada artinya" tutur Mamiek Prakoso."Habib pernah di ajak satu mobil untuk mengantar saudaranya mau melahirkan dan dalam perjalanan ada yang minta sebuah nama untuk si jabang bayi dan Habib bilang kasih nama bayinya Fatimah. Semuanya di mobil bingung karena selama USG bayi adalah laki-laki dan benar apa kata Habib ternyata bayi yang lahir adalah perempuan. Subhanallah"… tutur Iwan Ciss"Beliau koramahnya luar biasa & saya salah satu saksi hidup karomah beliau… Semoga diberi kesehatan oleh ALLAH ya Habib…" tutur Hendry Wibisono"Tahun 1995 pas musim hujan, Habib Abu Bakar main ke rumah, di kasih ibu tape ternyata tape tersebut di ecer-ecer di semua kursi ruang tamuku, sampai semua bingung, ini gimana kalo njemur, panas aja gak pernah ada uda hampir 10 hari tanpa panas.. Ternyta ALHAMDULILLAH dengan tidak di sangka pagi di cuci panas sampai 3 hari. Akhirnya kursi ibuku bersih dan kering. Setelah kering langsung hujan lagi. SUBHANALLAH" tutur Mohammad Fauzan "Habib Bakar itu posisinya gak bisa di pastiin, beliau sering pindah-pindah bahkan dalam 1 hari ia bisa ada di 2 kota kok, tapi aku yakin kalau malam ia sering di Gresik…" tutur Bony Wayuda"Eleng jaman SD.. Ben ketemu pasti sebah cium tangan.. Tanpa sepatah katapun keluar dari lisan beliau.." tutur Ilyas Al Ghazali"Iling jaman sekolah dulu naik len dari Pangsud ketemu di depan gaden Habib Syeh jalan kaki sesampai di pasar ketemu dia lagi. Padahal waktu itu len yang aku tumpangi ga pakai berhenti. Karomahnya luar biasa. Assalamu’alaikum syeh. aku rindu padamu" tutur Moh Syaiful Fathoni "Sing ga habis pikir waktu tidur dirumahe temenku Sukodono.. malam masuk rumah terus dikunci pemiliknya pas Subuh dia sudah keluar padahal didalam rumah masih terkunci.. wkkk.. ancen kelakuane syeh bikin pucing pala beby… tapi katanya temenku itu sudah biasa.. wkkk saktiiii tenan.." tutur Moh Syaiful Fathoni"Banyak kisah, cerita unik menaungi beliau yang terkadang diluar nalar, tapi dengan seizin Allah semua bisa saja menjadi kenyataan". tutur Warsito Elem"Waktu SMA pulang sekolah sering kaget beliau sering masuk rumahku duduk dikamarku, sama abahku selalu digantiin sarungnya dikasih rokok dan kopi. Semoga Allah selalu kasih kesehatan buatmu bib" tutur Nisfatin Saichu"Jadi keingat masa kecilku dulu sarungku banyak bekas latu rokoknya Habib karena pernah nginap di rumah selama 1 minggu gara-gara di ajak alm. Kyai Jawawi. Terus pernah ngobatin tetanggaku gara-gara menghina Habib di pikir orang tidak waras" tutur Muhammad MujiMeskipun beliau sekarang tinggal di Nganjuk namun seringkali terlihat pula di Gresik. Koleksi Foto Al Habib Bakar Bin Abu Bakar Assegaf Menambah wawasan dan pengetahuan seputar dunia Sufi. Silahkan kunjungi Ensiklopedia Sufi Nusantara, klik SUFIPEDIA Gresik - Lautan jemaah membanjiri kawasan Alun-alun dan Masjid Jami Gresik untuk menghadiri haul Habib Abu Bakar Assegaf yang ke-67, Sabtu 16/7. Mereka datang dari berbagai daerah. Lantas, sebenarnya sosok Habib Abu Bakar Assegaf?Habib Muhammad Assegaf, salah satu yang mewarisi keturunan menjelaskan, Habib Abu Bakar Assegaf merupakan pimpinan para wali di dunia pada masa itu. Sehingga, Habib Abu Bakar mendapat julukan Al Qutb atau pimpinan para wali."Beliau orang yang salih, alim, walim bahkan pimpinan wali sedunia. Bukan se-Indonesia lagi, ini di dunia," jelas Habib Muhammad kepada detikJatim, Minggu 17/7/2022. Para wali itu, lanjut Habib Muhammad, memiliki struktur organisasi. Ia mengibaratkan struktur tersebut memiliki wakil, menteri, hingga kepala daerah. Semasa hidupnya, Habib Abu Bakar Assegaf merupakan pemimpin wali sedunia."Jadi kewalian itu ada Al Qutb, Al-'Ibad, Az-Zuhad, Al-Afrad dan ada banyak lagi. Ibaratnya, Habib Abu Bakar ini presidennya para wali se-dunia pada masa itu," imbuh pemimpin Pondok Pesantren Ar RoudlohHabib Muhammad menjelaskan, Habib Abu Bakar Assegaf merupakan salah satu ulama yang lahir di kawasan Besuki, Jawa Timur pada 1869. Habib Abu Bakar Assegaf lalu dikirim oleh ibunya ke tanah leluhurnya di Sewun Tarim, Yaman Habib Abu Bakar Assegaf di Alun-alun Gresik. Foto Jemmi Purwodianto/detikJatimSepulangnya dari sana, Habib Abu Bakar Assegaf menuju kota kelahirannya. Di sana dia melakukan aktivitas dakwah sekitar 3 itu, pada usia 20 tahun, dia hijrah ke Gresik. Dikutip dari buku '17 Habaib Berpengaruh di Indonesia' karya Abdul Qadir Umar Mauladdawilah, pada usia itu dia mendapatkan panggilan spiritual untuk melakukan aktivitas menyepi. Saat itu dia berhenti menghentikan aktivitas duniawi dan hanya fokus beribadah hingga 15 tahun dia membuka Majelis Ta'lim di rumahnya, di Gresik. Kedalaman dan kejernihan hati yang dimilikinya telah melahirkan banyak murid-murid yang memiliki kedudukan tinggi di masyarakat. Pada tahun 1957, Habib Abu Bakar Assegaf wafat dan dimakamkan di Gresik."Beliau wafat pada tanggal 17 Dzulhijah. Meski sudah puluhan tahun, beliau masih memberi banyak manfaat bagi warga sekitar Gresik. UMKM hidup, tukang parkir banyak rezeki, penjual ramai, fakir miskin yang mengemis pun mendapat berkah dari haul ini," tutur Habib Muhammad Assegaf melanjutkan, wajar jika kemudian haul Habib Abu Bakar Assegaf dipenuhi lautan jemaah. Mengingat kebesaran nama dan luasnya ilmu agama yang diajarkan."Kenapa dikenang dan haul ini begitu ramai? Ini untuk kita pelajari sejarah hidupnya, agar kita bisa meniru apa yang menjadi tapak tilas mereka, itu tujuan haul," tukasnya. Simak Video "Aksi Brutal Massa Pesilat di Gresik saat Geruduk Polsek Balongpanggang" [GambasVideo 20detik] hil/dte

cucu habib abu bakar assegaf gresik